Selasa, 09 Oktober 2018

Amsal 31:10-31


Istri yang cakap siapakah yang akan mendapatkannya?

Ia lebih berharga dari pada permata.
Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.
Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.


Ia mencari bulu domba dan rami,
dan senang bekerja dengan tangannya.


Ia serupa kapal-kapal saudagar,
dari jauh ia mendatangkan makanannya.
Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.
Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya.
Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan,
ia menguatkan lengannya.


Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan,


pada malam hari pelitanya tidak padam.
Tangannya ditaruhnya pada jentera,
jari-jarinya memegang pemintal.
Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.

Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap.
Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya.


Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan.



"Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri."


Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang. Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang masa depan.

Ia membuka mulutnya dengan hikmat,
pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya.
Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya,
makanan kemalasan tidak dimakannya.
Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia,
pula suaminya memuji dia:

Banyak wanita berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua.
Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.

Berilah kepadanya dari hasil tanggannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang !

Jumat, 03 Agustus 2018

Tuhan Sayang Gadis Kecil itu

Judulnya sesederhana itu..
tentang Tuhan yang sayang pada gadis kecil..

Perjalanan cukup panjang,
ketika seorang gadis kecil yang berpakain lengkap rapi,
dengan topi di kepalanya dan ronah merah di kedua pipi gempalnya.

ia melangkah mantap, sesekali berlari kecil dengan kaki mungilnya.
matahari saat itu sangat terik, seolah mencari perhatian dari gadis kecil itu.

pagi itu adalah awal perjalan panjang sang gadis.

Tuhan mengirimkan seorang peri,
peri yang baik hati, yang ber hati sabar,
dan peri itu adalah peri terbaik yang dikirim Tuhan untuk menjaga gadis itu.

sayangnya, mungkin begitu keras hatinya,
sang gadis kecil mengeluh sepanjang perjalanan.
langkah kakinya mulai gontai, ketika ternyata perjalanan tidak semulus rencananya.

sesekali dia tersandung, berdiri dan berjalan lagi
sesekali dia jatuh, berdiri dan bangkit lagi
bahkan sesekali dia terhempas ke tanah,
darah segar mengucur dari lututnya,
tak kalah dengan tetesan air keluar dr matanya.

gadis itu mengutuk
gadis itu berteriak
gadis itu menangis

apa yang salah?
ia pergi dengan persiapan,
ia menggunakan sepatu terbaiknya,
ia membawa peta, teropong, dan berbagai perlatan lengkap
mengapa?
mengapa?

dalam tangisnya,
sang peri kecil mendengarnya,
menuntunnya
menemaninya,
dan menangis bersamanya...

tanpa terasa,
debu jalanan
tanah yang penuh bebatuan
angin yang kering
dan terik matahari telah menjadi teman mereka

perjalanan ternyata tidak seburuk sebelumnya
peri menuntunnya ke banyak tempat yang indah
mengajarinya untuk mendengar, melihat dan merasakan,,,

ternyata jalanan tak selamanya terjal
ada beberapa rerumputan yang segar
angin yang kering terkadang cukup menyejukkan..
embun selalu muncul ketika pagi
dan matahari tetap saja menarik perhatian dengan teriknya yang hangat...

mungkin peri itu bukan hanya sekedar utusan Tuhan nya
tapi bentuk betapa Tuhan sayang pada Gadis Kecil itu..

karena Tuhan tahu
kemana jalan yang ditempuh sang gadis kecil

Tuhan sayang Gadis kecil itu..




Gadis Kecil dengan 2 Pipi Gempalnya
04-08-2018                     

Kamis, 01 Juni 2017

Bagaimana Jika...

Bagaimana Jika...
aku memilih untuk tetap atau pergi?

Bagaimana Jika...
aku memilih untuk ikut atau tinggal?

Bagaimana Jika...
aku memilih untuk mencoba atau tidak?

Bagaimana Jika...
aku memilih untuk tinggal atau pergi?

Bagaimana Jika...
aku memilih untuk bertahan atau berhenti?


Sabtu, 26 November 2016

Pohon Rindang

senyum itu sederhana,
dipayungi rintik alis yang jatuh seirama lengkungnya
sorot yang teduh yang seolah rindang tenang,
tinggi tegap kokoh dan hangat..

bagai Pohon yang Rindang...

hei,
siapa dia?
sosok yang memandang dari balik sorot itu..

seolah itu tanda
bahwa kita akan berada..

Malaikat bersayap memanah,
tepat di bawah Pohon Rindang dekat sebuah Gereja Tua
seolah Matahari jingga menyapu dengan tersipu sore itu..

Jakarta..
Kota tua..
dan Gereja..

Aku berdiri di balik altar,
dan kamu dibalik sorot lensa,
Ya, di Gereja tua yang sama..

Hari itu masih sama..

senyum itu sederhana,
dipayungi rintik alis yang jatuh seirama lengkungnya
sorot yang teduh yang seolah rindang tenang,
tinggi tegap kokoh dan hangat..

aku jatuh cinta pada orang yang sama
pada seorang pria dengan senyum sederhana..

semoga dan selalu Tuhan memberkati kita
:)

Sabtu, 06 Agustus 2016

ONE DAY WHEN I DECIDED TO QUIT

One day, I decided to quit

I quit my job, my relationship, my spirituality…
I wanted to quit my life.

I went to the woods to have one last talk with God
“God”, I asked,
“Can you give me one good reason not to quit?”
His answer surprised me…
“Look around”, He said. 
“Do you see the fern and the bamboo?”
“Yes”, I replied.

“When I planted the fern and the bamboo seeds,I took very good care of them.
I gave them light. I gave them water. The fern quickly grew from the earth. Its brilliant green covered the floor. Yet nothing came from the bamboo seed. But I did not quit on the bamboo...

In the second year the Fern grew more vibrant and plentiful.
And again, nothing came from the bamboo seed. But I did not quit on the bamboo. He said.

“In year three there was still nothing from the bamboo seed.
But I would not quit.

In year four, again, there was nothing from the bamboo seed.
I would not quit.” He said.

“Then in the fifth year a tiny sprout emerged from the earth. 
Compared to the fern it was seemingly small and insignificant…
But just 6 months later the bamboo rose to over 100 feet tall. It had spent the five years growing roots. Those roots made it strong and gave it what it needed to survive.I would not give any of my creations a challenge it could not handle.”
He asked me. “Did you know, my child, that all this time you have been struggling, you have actually been growing roots”.
 “I would not quit on the bamboo.I will never quit on you.”
“Don’t compare yourself to others.” He said.”The bamboo had a different Purpose than the fern. Yet they both make the forest beautiful.” 

“Your time will come”, God said to me.
“You will rise high”.
“How high should I rise?” I asked.
“How high will the bamboo rise?” He asked in return.
“As high as it can?” I questioned.
”Yes.” He said, 
“Give Me glory by rising as high as you can.”

I left the forest and brought back this story.
I hope these words can help you see that God will never give up on you. 
Never, Never, Never, Give up.
Don’t tell the Lord how big the problem is, 
tell the problem how Great the Lord is!

http://www.hootex.com/no-matter-whats-happening-life-right-now-must-read/

Selasa, 26 Juli 2016

Pria Pemimpi

Halo bagaimana dengan mimpi mimpimu wahai Pria Pemimpi? :)

aku adalah telinga yang selalu akan menampung beribu impianmu
Pria pendiam dengan sejuta bahasa dalam cita

 tau kah kamu wahai Priaku?
mimpi-mimpimu adalah arti dirimu..
ya,
kau Pria gagah dengan sejuta rencana 
mata mu, berbinar seolah turut bercerita tentang mimpi-mimpimu 

Aku jatuh cinta pada mu
pada seorang Pria Pemimpi.














mimpi itu adalah jalan.
anak tangga yang kau susun satu persatu.
sampai saat ini..
Aku adalah orang yang akan selalu percaya bahwa mimpimu itu nyata,


Tuhan memeluk mimpi-mimpi kita.

 :)

Minggu, 28 Februari 2016

Menjadi Manusia yang Bahagia

Alihbahasa oleh Rm. Ignatius Ismartono, SJ

"Engkau mungkin memiliki kekurangan, merasa gelisah dan kadangkala hidup tak tenteram, namun jangan lupa hidupmu adalah sebuah proyek terbesar di dunia ini. Hanya engkau yang sanggup menjaga agar tidak merosot.

Ada banyak orang membutuhkanmu, mengagumimu dan mencintaimu.

Aku ingin mengingatkanmu bahwa menjadi bahagia bukan berarti memiliki langit tanpa badai, atau jalan tanpa musibah, atau bekerja tanpa merasa letih, ataupun hubungan tanpa kekecewaan. Menjadi bahagia adalah mencari kekuatan untuk memaafkan, mencari harapan dalam perjuangan, mencari rasa aman di saat ketakutan, mencari kasih di saat perselisihan.

Menjadi bahagia bukan hanya menyimpan senyum, tetapi juga mengolah kesedihan.
Bukan hanya mengenang kejayaan, melainkan juga belajar dari kegagalan.
Bukan hanya bergembira karena menerima tepuk tangan meriah, tetapi juga bergembira meskipun tak ternama.

Menjadi bahagia adalah mengakui bahwa hidup ini berharga, meskipun banyak tantangan, salah paham dan saat-saat krisis.

Menjadi bahagia bukanlah sebuah takdir, yang tak terelakkan, melainkan sebuah kemenangan bagi mereka yang mampu menyongsongnya dengan menjadi diri sendiri.

Menjadi bahagia berarti berhenti memandang diri sebagai korban dari berbagai masalah, melainkan menjadi pelaku dalam sejarah itu sendiri. Bukan hanya menyeberangi padang gurun yang berada diluar diri kita, tapi lebih dari pada itu, mampu mencari mata air dalam kekeringan batin kita.

Menjadi bahagia adalah mengucap syukur setiap pagi atas mukjizat kehidupan.

Menjadi bahagia bukan merasa takut atas perasaan kita. Melainkan bagaimana membawa diri kita. Untuk menanggungnya dengan berani ketika diri kita ditolak. Untuk memiliki rasa mantab ketika dikritik, meskipun kritik itu tidak adil. Dengan mencium anak-anak, merawat orang tua, menciptakan saat-saat indah bersama sahabat-sahabat, meskipun mereka pernah menyakiti kita.

Menjadi bahagia berarti membiarkan hidup anak yang bebas, bahagia dan sederhana yang ada dalam diri kita; memiliki kedewasaan untuk mengaku "saya salah", memiliki keberanian untuk berkata "maafkan saya".
Memiliki kepekaan untuk mengutarakan "Aku membutuhkan kamu" ; memiliki kemampuan untuk berkata "Aku....

Dengan demikian hidupmu menjadi sebuah taman yang penuh dengan kesempatan untuk menjadi bahagia.
Di musim semi-mu, jadilah pecinta keriangan.
Di musim dingin-mu, jadilah seorang sahabat kebijaksanaan.
Dan ketika engkau melakukan kesalahan, mulailah lagi dari awal.
Dengan demikian engkau akan lebih bersemangat dalam menjalankan kehidupan.
Dan engkau akan mengerti bahwa kebahagiaan bukan berarti memiliki kehidupan yang sempurna,
melainkan menggunakan airmata untuk menyirami toleransi, menggunakan kehilangan untuk lebih memantabkan kesabaran, kegagalan untuk mengukir ketenangan hati, penderitaan untuk dijadikan landasaan kenikmatan, kesulitan untuk membuka jendela kecerdasan.

Jangan menyerah...

Jangan berhenti menghasihi orang orang yang engkau cintai.

Jangan menyerah untuk menjadi bahagia karena kehidupan adalah sebuah pertunjukan yang menakjubkan.
Dan engkau adalah seorang manusia yang luarbiasa!"

- Paus Fransiskus -

Kamis, 10 September 2015

Sepatu dan Steples

sepatu dan steples :') pffft

rasanya tidak tau sudah benar atau belum.

tidakcocokan
atau hati yang tidak bersyukur?

oh wahai sepatu dan steples, terlalu lucu.
kita lihat seberapa jauh cerita ini membawaku.

O:)

Kamis, 21 Mei 2015

Terminal Jombor

Jogja punya sudut yang begitu manis.
setidaknya, salah satunya
terminal jombor..

lampu malam yang menyelimuti sepanjang jalan mungkin tahu,
tentang perasaan tenang meski tak tahu seberapa jauh jalan harus dilewati,
ya walau harus dilalui dengan sepatu hak tinggi yang patah.

malam yang hening seolah banyak bercerita
katamu, banyak hal yang tidak sepenuhnya bisa diceritakan
kini aku tau,

tidak ada yang lebih nyaman dari genggaman yang mengiringi langkah kaki,
hei, aku tidak pernah seromantis ini
tp mengalir tanpa permisi

kita lelah, kumal dan berjalan saling menuntun.
dengan perut kenyang bakmi jowo terminal jombor,
perjalanan masih panjang,
dan aku menikmatinya :)


semoga Tuhan memberkati kita ya
O:)

Selasa, 14 April 2015

Malam yang Panjang

sesekali cobalah untuk tidak melewatkannya dalam lelap.
malam punya banyak cerita,
tentang banyak hal yang tidak km dapatkan di setiap kesibukan siangmu

aku selalu menikmati malam-malam seperti ini
yang kamu dengar hanya suara detak jarum jam dan hatimu
seolah malam menceritakan padamu, tentang kamu dan duniamu


















:)

selamat malam

Selasa, 17 Maret 2015

" Tunggu... "

saat seperti ini rasanya lebih panjang,
waktu terasa berputar lebih lama,
dan hela nafas yang terasa lebih berat..

akan ada saat-saat seperti ini..

titik dimana aku hampir melepas
pendam.. pendam.. diam..
dan hilang..

berkata seakan tidak bermakna.
dan lelah ketika kamu pun juga..

ada banyak hal yang menahanku untuk tunggu
dan aku bukan orang yang menggantungkan harapan pada yang jelas rapuh.

ya, aku juga akan mengambil peran itu.
ketika km protagonis, aku akan menjadi antagonis.
ketika km pemain, aku akan menjadi penonton
bukankah supaya semuanya seimbang?

mungkin ini sebab lelahku ya..
bermain dengan ego dan kerdilnya sifatku,
lupa bahwa kamu sudah berjuang sejauh itu,

ntahlah. harapan seolah berkata "tunggu..."

"memperjuangkan untuk seberapa kepantasan itu pantas diperjuangkan"

wahai,
cerita yang tak sempat diceritakan,
dan luka yang terlanjur kering tanpa sempat disembuhkan..

siapa yang tahu?
tentang berapa lama waktu bersedia menunggu
dan seberapa harapan mampu dipercaya.
karena disini bukan tanpa alasan.. :)

Sabtu, 21 Februari 2015

Kamu, Sahabatku

3 tahun 7 bulan yang lalu,
ntah tanggal berapa tepatnya.
yang kutahu itu pertama kalinya aku melihatmu.
wajahmu masih sama seperti 3 tahun yang lalu,

kamu, teman pertamaku di kota ini.
masih culun dengan logat kental khas daerah asalmu.

halo..
banyak hal yang membuat kita dekat.
banyak kesamaan yang bahkan lucu terpikir oleh nalar

kamu orang hebat dengan keluguan dan ketulusanmu

seakan Tuhan mempermainkan banyak hal yang manusia tidak dapat mengerti.

wahai sahabatku,
malam ini aku berdoa,
untuk pribadi hebat sepertimu, yang sedang dibentuk Tuhan.
aku percaya, Tuhan menyayangimu.
dan aku percaya tentang cita-cita besarmu yang pernah kamu percayakan ceritanya kepadaku.

semoga dan selalu Tuhan memberkati kamu :)

-6572-

Jumat, 12 September 2014

1 hari

pernah berpikir jika waktumu tinggal 1 hari, apa yang kamu lakukan?

mungkin aku akan melakukan hal baik
atau sebaliknya melakukan hal yang kuiinginkan
mungkin minta maaf atau sekaligus berterimakasih..
mungkin juga aku akan menemui orang yang kusayangi dan bersamanya sampai waktuku habis..
atau aku akan pergi ke suatu tempat yang tidak ada siapapun yang kukenal, hanya aku dan diriku...


banyak hal untuk hanya 1 hari...



pagi ini aku bangun,
dikamarku, yang berjendela dengan tirai kuning muda..
ada waktu untuk hanya sekedar menyapa diri sendiri dan Tuhan,
waktu untuk mendengar suara detik jam, suara burung, hembusan angin dan merasakan aroma kopi di pagi hari..

mungkin hari ini aku akan sibuk,
bertemu dengan banyak orang baru atau orang lama yang luar biasa, mengerjakan banyak tugas, menghadapi banyak hal yang tidak tahu mampu atau tidak mampu kuselesaikan dengan mulus.

ya, setidaknya aku bersemangat hari ini dengan rencana-rencana di genggamanku yang belum pasti bersawa waktu.
lelah tubuhku terkadang kalah oleh lelah karena tertawa, sedihku terkadang tak berarti ketika bertemu mereka, orang-orang yang luar biasa.

hari memang tidak menjamin untuk sempurna,
tp alangkah indahnya tertidur dalam lelah,
bertemu dengan banyak wajah,
melakukan banyak hal,
tertawa dalam kebaikan dan kebodohan,
dan selalu ada harapan dalam bungkusan rencana esok hari..



siapa yang tahu, tiap hari adalah 1 hari itu...

1 Thessalonians 5 : 2
"For you yourselves know perfectly that the day of the Lord so comes as a thief in the night”

:)


Selasa, 15 Juli 2014

kamu, dia , mereka dan Tuhan

berbicara tentang cinta seolah tak pernah habis..
karena ini cerita tentang kamu, dia, mereka dan Tuhan

cari cowo itu yang kaya si A 
pinter dan cakep luar dalem
yang penting seiman, setidaknya sama-sama mencintai Tuhan..
yang punya target masa depan kaya si B
yang semangat kaya si C
yang rajin kaya si D
yang penuh pertimbangan kaya si E
yang setia kaya si F
yang tulus kaya si G
. . . . .

Tapi toh, manusia kan ga ada yang sempurna?
emang, tapi Tuhan tau rencanamu.
kamu memang punya target yang sempurna,
tapi ketika kamu jatuh cinta, target cuma wacana..

nah, sekarang seberapa kamu percaya dengan Tuhan-mu?
percaya Tuhan menyayangi mu, dan itu cukup...

ketika kamu ditolak kamu bersyukur,
ketika kamu menyukai kamu belajar,
dan ketika kamu dicintai kamu menjadi dirimu.

bangun dirimu, rawat, hormati, perindah seolah-olah itu semua untuk Tuhan-mu
tak perdulu pada siapa kau akan jatuh cinta atau siapa yang akan jatuh cinta padamu.

pada akhirnya sesiap-siap apapun manusia, sepintar apapun dia, seberapa matang dan seberapa hebatnya teori, ia akan berserah pada Tuhan-nya.

SEMANGAT :)



cinta itu = kamu, dia, mereka dan Tuhan

Jumat, 30 Mei 2014

Gadis Kecil dibalik Jendela

aku,
gadis kecil yang sore itu duduk manis dibalik jendela.

ntah sejak kapan,
waktu seakan tidak pernah mau menunggu.

lihatlah,
sepatu yang kugunakan,
warna merah mudanya telah pudar menemani waktu menyusuri jalan
usang memang, tetapi itu yang menjadikannya lebih indah..

21 tahun,
seakan waktu tidak pernah mau menunggu
dan bercerita padaku..
tentang kamu,
tentang dia,
tentang mereka,
dan tentang aku.
...

Tuhan,
seolah waktu bercerita padaku,
aku pernah berada di tempat yang tinggi,
pernah juga merasakan dibawah,
aku pernah menjadi yang dipuja,
atau menjadi yang tidak diinginkan,
aku tau rasanya menunggu,
dan sadar mereka yang menungguku.

Tuhan,
aku menangis dan tertawa,
berharap dan kecewa,
berjuang dan percaya..


nanti,
akupun akan kembali bercerita
tentang perjalananku bersama waktu.
tentang kamu,
tentang dia,
tentang mereka,
dan tentang diriku..

gadis kecil yang sore itu duduk manis dibalik jendela....



Senin, 21 April 2014

keep your smile on !



"keep your smile on.."

sebuah pesan singkat dari seorang yang luar biasa.
yaa, salah 1 dr sekian banyak orang luar biasa yang kukenal.



senyum dan tawa itu bahasa yang paling sederhana, mudah, indah bahkan dipahami oleh bayi sekalipun..

“I was smiling yesterday, 
I am smiling today and I will smile tomorrow. 
Simply because life is too short to cry for anything.”
-Santosh K-

so.. keep your smile on ! :)

Rabu, 05 Juni 2013

secangkir kopi

sosok itu sederhana,
namun elegan.

terlihat manis dan ringan,
namun mampu memberi karakter yang kuat.

seperti secangkir kopi ..

ibarat warna,
kamu warna coklat yang tidak mencolok
namun elegan dan bermotif rumit dg seni yang indah.

darimu,
aku melihat Tuhan  begitu kreatif dalam mencipta
memadukan tatapan dan sinar mata dari sorot yang sendu.
merangkai nada merdu dari tiap getaran suaramu
seperti sepoian lembut angin sore..

kamu, sosok pria cerdas elegan yang sederhana
seperti secangkir kopi dipagi hari..



Senin, 27 Mei 2013

sepotong Lumpia


perasaan yang dulu muncul lagi,
ketika banyak hal yang menyibukkanku membuatku lupa perasaan itu.
perasaan seperti di rumah...

setelah bolak-balik tata usaha mengurusi berbagai macam hal, di lorong laboratorium sosok itu berjalan ke arahku, mengeluarkan kotak makan biru tua yang telah disiapkannya.

"kau harus menghabiskannya yen, itu susah-susah loh aku goreng,
pokoknya lima-limanya harus kau habiskan ya"
 

ditengah banyak hal, rasanya ini seperti dirumah, rumah yang sebenarnya.


aku makan, dan ntah bagaimana mukaku, bagaimana sorotan mataku. yang aku tahu saudaraku yang satu ini tertawa melihat mukaku..


ya, aku sadar..
Tuhan mengirimkanku orang-orang yang lebih dari sekedar teman,
sosok-sosok hangat yang begitu sabarnya setia dengan semua hal yang ada pada diriku.
yang melihatku seperti Bapa melihatku,


terimakasih :)

Mei 2013



ntah dari mana memulainya,
seperti balon gas warna-warni yang pagi itu datang tepat pada waktunya..
perlahan lepas dari tangan-tangan para pejuang, seakan menerbangkan emosi yang mendorongnya kian tinggi..

Mei 2013, sekali lagi ntah dari mana memulainya.

ketika aku merasakan semangat 1 diantara kami menjadi semangatku,
ketika aku merasakan lelah dan lega dalam 1 pundak yang sama,
dan ketika aku merasakan senyuman puas dari bibir yang sebelumnya mencibir, mata yang bersinar dan wajah-wajah yang riang..
 3 hari yang cerah dimusim hujan..

ntah dari mana memulainya,
aku hanya percaya,
dan harapanku itu tidak pernah mengecewakan..

 terimakasih Tuhan :')







Senin, 22 April 2013

angin yang kuat

hei,

sudah sejauh ini aku melangkah.
tidak mudah dan begitu lelah.

sepatuku sudah hampir rusak,
dan kakiku sudah penuh luka.

lihat, pakaian ku kotor,
mukaku tebal dengan debu jalan.
aku tidak secantik dulu..

mungkin aku tidak segagah dia,
yang tetap rapi meskipun melewati jalan yang sama sepertiku.
ya, aku akui dia memang hebat.
dan aku pernah mengagumi sekaligus membencinya ya Tuhan..

aku pergi dengan mereka sahabatku,
tapi ternyata kerasnya angin lebih kuat dibandingkan erat tangan kami.
 ya..
lebih kuat..

bukan berarti aku menyesalinya, namun ak juga bukan sosok sehebat itu yang mudah saja menerimanya.
aku sempat diam dan ingin pulang,

lihat,
langkahku terseok..
dengan berantakan dan pakaian yang kotor.

maaf.

maaf,
tapi aku tidak menyesal..

genggaman itu memang lepas, tp aku memegang tangan lain
bukan tangan yg halus,
tp tangan yg lebih kuat dan erat.

aku memang terseok,
kotor dan berantakan,
tapi biarlah

ntah bagaimana ketika aku sampai nanti, atau setelahnya.
aku hanya percaya
aku memulainya dalam Dia
dan aku tidak akan kecewa..